MITOS TENTANG YOGHURT

Posted on December 1, 2008. Filed under: Artikel Kesehatan, susu sapi | Tags: , , , , , , , , , , , , , , |

Baru-baru ini di Jepang, berbagai macam yoghurt seperti “Yoghurt Laut Kaspia” dan “Yoghurt Aloe”, menjadi sangat popular karena memiliki keuntungan-keuntungan kesehatan yang dipromosikan secara luas. Namun saya yakin bahwa semua ini adalah gambaran yang salah.

Yang sering saya dengar dari orang-orang yang mengonsumsi yoghurt adalah bahwa kondisi pencernaan mereka membaik, mereka tidak lagi mengalami konstipasi, atau pinggang mereka mengecil. Dan mereka percaya bahwa semua hasil ini berkat laktobasilus yang terdapat dalam setiap yoghurt .

Namun, kepercayaan akan keuntungan-keuntungan laktobasilus ini sejak awalnya sudah dipertanyakan. Aslinya, laktobasilus ini terdapat dalam usus manusia. Bakteri ini disebut “bakteri yang bermukim di usus”. Tubuh manusia memiliki suatu system pertahanan melawan bakteri dan virus yang datang dari luar, jadi bakteri-bakteri yang biasanya baik untuk tubuh Anda, seperti laktobasilus pun berpeluang untuk diserang dan dihancurkan oleh pertahanan alami tubuh jika mereka bukan bakteri yang asli bermukim di dalam usus.

Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari yoghurt memasuki lambung, sebagian besar dari mereka dimatikan oleh asam lambung. Oleh karena itulah, baru-baru ini dilakukan perbaikan slogan dan yoghurt pun dipasarkan dengan slogan, “laktobasilus yang berhasil mencapai usus anda”.

Namun, bahkan jika bakteri itu mencapai usus, apakah memang mungkin mereka dapat bekerja sama dengan bakteri-bakteri asli yang bermukim di usus?

Alasan saya mempertanyakan klaim mengenai yoghurt ini adalah karena dalam konteks klinis, karakteristik usus mereka yang mengkonsumsi yoghurt setiap hari tidak pernah baik. Saya menduga keras bahwa jika laktobasilus di dalam yoghurt dapat mencapai usus hidup-hidup, mereka tidak mengakibatkan usus bekerja lebih baik, malah hanya mengacaukan flora usus.

Lalu, mengapa banyak orang yang merasa bahwa yoghurt efektif dalam memperbaiki kesehatan mereka? Bagi banyak orang, yoghurt seolah “menyembuhkan” konstipasi. Namun, “penyembuhan” ini sesungguhnya adalah suatu kasus diare ringan. Beginilah hal ini mungkin bekerja: Orang dewasa tidak memiliki cukup enzim yang menguraikan laktosa. Laktosa adalah gula yang terdapat di dalam produk-produk susu, tetapi lactase, yaitu enzim yang menguraikan laktosa mulai berkurang jumlahnya dalm tubuh kita selama kita tumbuh dewasa. Kalau dipikir, hal ini cukup alami karena susu adalah sesuat yang diminum oleh balita, bukan orang dewasa. Dengan kata lain, lactase adalah enzim yang tidak diperlukan oleh orang dewasa.

Yoghurt mengandung banyak laktosa. Oleh karenanya, pada saat anda mengkonsumsi yoghurt, yohurt itu tidak dapat dicerna dengan baik akibat kurangnya enzim lactase, yang kemudian berakibat pada kesulitan mencerna. Pendeknya, banyak orang yang mengalami diare ringan jika mereka mengkonsumsi yoghurt. Akibatnya, diare ringan ini, yang sesungguhnya adalah ekskresi kotoran stagnan yang selama ini terakumulasi dalam usus besar, secara keliru dianggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi.

Kondisi usus anda akan memburuk jika anda mengkonsumsi yoghurt tiap hari. Saya dapat mengatakan hal ini dengan yakin berdasarkan hasil pengamatan klinis saya. Jika anda mengkonsumsi yoghurt tiap hari, bau kotoran dan gas anda akan semakin tajam. Inilah suatu indikasi bahwa lingkungan usus anda semakin memburuk. Alasan timbulnya bau tersebut adalah karena racun tengah diproduksi di dalam usus besar. Oleh karena itu, walaupun banyak orang membicarakan efek-efek kesehatan yoghurt secara umum (dan perusahaan-perusahaan yoghurt dengan senang hati menggembar-gemborkan produk mereka), dalam kenyataannya, banyak hal menyangkut yoghurt yang tidak baik bagi tubuh anda.

Sumber: The Miracle of Enzyme, by Hiromi Shinya, M.D.

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

    About

    Terlalu banyak protein hewani, menghasilkan racun

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...